12 Nama Bulan Hijriah Dalam Islam

Posted on

12 Nama Bulan Hijriah Dalam Islam – Hai sahabat bagipengetahuan.com, Pada materi kali ini kami akan mengulas mengenai 12 Nama Bulan Hijriah Dalam Islam dimana dalam hal ini mengenai Sistem Kalender dalam islam, Nama-Nama Bulan dan Manfaat Kalender Hijriah di Era Modern, agar lebih dapat memahami dan mengerti selengkapnya dibawah ini.

 

Nama Bulan Hijriah
Nama Bulan Hijriah

Sistem Kalender Islam

Kalender Bulan standar seperti yang Anda ketahui menggunakan sistem Masehi. Pada sistem perhitungan ini, terdapat 12 bulan dari Januari hingga Desember. Dalam penanggalan Islam ini juga sama yaitu terdapat 12 bulan, namun nama dan hitungan harinya juga berbeda. Nama sistem penanggalan dalam Islam disebut juga dengan penanggalan Hijriyah.

Kalender Hijriah berasal dari kalender tradisional bangsa Arab. Jika dilihat persamaannya, kalender ini sama dengan saat Indonesia menggunakan kalender Kejawen (kalender dengan menggunakan nama hari-hari Jawa).

Meski bersumber dari budaya tradisional, namun penanggalan Hijriyah lebih bersifat religius. Pada tahun pertama kalender ini, Nabi Muhammad SAW pindah dari Mekah ke Madinah. Untuk memperingati ini, kalender ini telah dibuat. Tahun 1 Hijriyah terjadi pada tahun 622 M.

Perbedaan paling mencolok antara kalender Hijriah dan kalender Masehi adalah penggunaan siklus bulan. Kalender Masehi didasarkan pada waktu perputaran (Rotasi) bumi dan juga revolusinya mengelilingi matahari, sehingga dapat dikatakan bahwa sistem penanggalan ini berdasarkan pada matahari.

Karena perbedaan tersebut maka pergantian hari atau tanggal dalam penanggalan Hijriah tidak terjadi pada tengah malam melainkan pada waktu Maghrib.

Dalam kalender Masehi jumlah hari adalah 365 hari pada tahun biasa dan 366 dalam tahun kabisat. Sedangkan dalam penanggalan Hijriah jumlahnya lebih sedikit, yaitu 354 tahun biasa dan 355 tahun kabisat. Perbedaan ini berarti hari raya Islam selalu berpindah dalam kalender dan pemerintah Indonesia harus menyesuaikan hari libur besar setiap tahunnya.

 

Nama – Nama Bulan Islam

Selain berbeda perhitungan, nama bulan dalam kalender Hijriah juga berbeda dengan kalender Masehi. Dalam penanggalan Hijriah, nama bulan ini mempunyai arti tersendiri dalam sejarah Islam dan sering menjadi pengingat peristiwa dimasa awal Islam. Berikut adalah Nama dan bulan yang digunakan pada kalender Hijriah :

  1. Bulan Muharram
  2. Bulan Safar
  3. Bulan Rabi’ul Awal
  4. Bulan Rabi’ul Akhir
  5. Bulan Jumadil Awal
  6. Bulan Jumadil Akhir
  7. Bulan Rajab
  8. Bulan Sya’ban
  9. Bulan Ramadhan
  10. Bulan Syawal
  11. Bulan Dzulka’dah
  12. Bulan Dzulhijah

Karena setiap bulan memiliki arti dan makna tersendiri, mari kita lihat setiap bulan satu per satu dengan arti yang sebenarnya pada bulan ini.

1. Muharram

Bulan pertama dalam kalender Hijriah ialah Muharram. Islam merayakan 1 Muharram sebagai tahun baru. Bulan ini terdiri dari 30 hari. Arti kata Muharram sendiri adalah apa yang diharamkan atau tidak diperbolehkan. Pada pengertian ini, Anda juga bisa menyebutnya bulan pantang (Larangan).

Kenapa bulan ini disebut seperti itu? Alasan ialah keyakinan bahwa bulan ini adalah awal yang baru dan tidak boleh dimulai dengan perang. Dalam sejarah, ini ditaati dan di Arab sendiri, perang tidak pernah terjadi selama Bulan Muharram.

2. Safar

Bulan kedua disebut Safar atau Shofar. Bulan ini terdiri dari 29 hari. Arti sederhana kata safar disebut kosong. Nama ini menunjukkan peringatan bagi pemuda Arab untuk meninggalkan desa mereka.

3. Rabi’ul Awal

Bulan ketiga pada kalender Hijriah ini terdiri dari 30 hari. Arti nama bulan ini berasal dari kembalinya para pemuda yang sebelumnya hijrah. Sebagai informasi bagi anda. Tanggal 12 bulan ini adalah hari lahir Nabi Muhammad SAW.

4. Rabi’ul Akhir

Bulan keempat ialah Rabi’ul Akhir atau Rabi’uts Tsani, yang terdiri dari 29 hari. Nama bulan ini berasal dari aktivitas menggembala dan beternak orang-orang yang menetap di perantauan pada bulan Rabi’ul Awal.

5. Jumadil Awal

Jumadil Awal disebut juga Jumadil Ula. Bulan ini terdiri dari 30 hari. Makna bulan ini sendiri ialah awal dari kemarau panjang. Nama ini berasal dari timbulnya kesulitan dalam menanam dan memelihara ternak di awal penggunaan sistem penanggalan hijriah.

6. Jumadil Akhir

Bulan Jumadil Akhir terdiri dari 29 hari dan memiliki nama lain yaitu Jumadil Tsaniyah. Nama bulan ini berasal dari penyambutan bulan baru yang bebas dari kesulitan yang dimulai pada Jumadil Awal.

7. Rajab

Bulan ketujuh dalam kalender Hijriah terdiri dari 30 hari. Rajab disini memiliki arti yang luhur (mulia) serta menahan diri. Pada awalnya orang Arab memasukkan bulan ini sebagai bulan suci, namun sekarang ini sudah jarang dilakukan. Bulan ini juga merupakan bulan Isra ‘dan Mi’raj.

8. Sya’ban

Bulan Sya’ban terdiri dari 29 hari. Dari segi nama, bulan ini bisa diartikan sebagai grup(berkelompok). Bulan ini dinamai berdasarkan sejarahnya. Pada bulan ini para orang Arab berpencar untuk membentuk kelompok untuk mempertahankan kelompoknya. Kegiatan tersebut bisa berupa mencari air, beternak, dan pekerjaan lain yang bermanfaat bagi warga masyarakatnya.

9. Ramadhan

Di bulan kesembilan ini, Anda tentu sudah mengetahuinya. Bulan ini terkenal karena sangat spesial bagi umat Islam. Dari arti namanya, Ramadhan artinya sangat panas. Nama ini berasal dari tujuan merayakan Ramadhan yaitu membakar dosa selama hidup.

Di bulan ini, umat Islam menjalankan puasa 30 hari, yang merupakan durasi bulan ini. Menurut ajaran Islam, jika Anda melakukan puasa dan beribadah pada bulan ramadhan pahala Anda akan di lipat gandakan Oleh Allah SWT.

10. Syawal

Bulan Syawal mempunyai arti kebahagiaan. Bulan istimewa ini terdiri dari 29 hari. Bulan ini memiliki arti bahagia karena merupakan bulan yang penuh keberkahan. Pada tanggal 1 Syawal, umat Islam merayakan Idul Fitri. Di Arab sendiri, bulan ini bertepatan dengan bulan dimana orang arab dapat memerah susu unta betina.

11. Dzulka’dah

Bulan kesebelas ini terdiri dari 30 hari dan mempunyai arti istirahat. Sejak perayaan besar di Syawal, orang Arab menetapkan hari ini sebagai hari ketenangan. Karenanya, bulan ini juga ditetapkan larangan berperang.

12. Dzulhijah

Bulan terakhir dari kalender Hijriah menandai bulan suci haji. Biasanya bulan ini terdiri dari 29 hari, namun pada tahun kabisat (setiap 4 tahun sekali) harinya menjadi 30. Di bulan ini, umat Islam diimbau untuk melakukan berbagai kurban dengan cara menyembelih hewan kurban. Tepatnya hal ini dilakukan pada Idul Adha yang bertepatan dengan tanggal 10 Dzulhijah.

 

Manfaat Kalender Hijriyah di Era Modern

Di era modern ini, Kalender Hijriah sangat membantu umat Islam untuk menentukan terjadinya bulan Ramadhan. Salah satunya dengan mengamati peristiwa bulan baru, yang diketahui sering terjadi pada awal pergantian bulan.

Selain itu, manfaat lainnya adalah mengetahui peristiwa Idul Fitri yang terjadi pada tanggal 1 Syawal. Hal ini memudahkan Umat Muslim untuk bersilaturahmi dengan anggota keluarga dan saling memaafkan.

Manfaat lainnya, umat Islam juga dapat mengetahui kapan Idul Adha terjadi. Ini sangat membantu mereka dalam proses shalat Ied. Adapun manfaat lainnya seperti:

  • Mentaati Allah SWT dan Rasulullah SAW.
  • Berpegang pada sunnah Al-khulafa Ar-Rasyidin.
  • Mempermudah waktu untuk beribadah.
  • Simbol kekokohan jati diri.

Demikianlah pembahasan tentang 12 Nama Bulan Hijriah Dalam Islam beserta ulasan lengkapnya, semoga artikel ini dapat bermanfaat serta menambah wawasan dan pengetahuan anda, jangan lupa untuk selalu mengujungi website kami untuk mendapatkan artikel – artikel menarik dan bermanfaat.

Baca Juga :