Pengertian Konjungsi

Posted on

Pengertian Konjungsi – Hai sahabat bagipengetahuan.com, Pada materi kali ini kami akan mengulas mengenai Pengertian Konjungsi dimana dalam hal ini mengenai Pengertian, Jenis dan Contoh,, agar lebih dapat memahami dan mengerti selengkapnya dibawah ini.

Pengertian Konjungsi
Pengertian Konjungsi

 

Pengertian Konjungsi

Konjungsi atau kata sambung atau penghubung atau perangkai adalah kata yang digunakan untuk menghubungkan kata, kalimat, ataupun ekspresi(Ungkapan).

Konjungsi atau disebut juga penghubung antar kalimat, mereka biasanya menggunakan kata yang sebenarnya, walaupun demikian, sebagai tambahan,oleh karena itu. biarpun demikian, dan sebagai tambahan.

Adapun Pendapat lain menyatakan bahwa kata sambung (konjungsi) adalah kata yang menghubungkan antar klausa ataupun antar kalimat ataupun antar paragraf. penghubung ini dimaksudkan agar kalimat, klausa, atau paragraf tampak lebih padu atau terkait erat.

Ada beberapa konjungsi antara kalimat dan fungsinya, yaitu sebagai berikut.

  • Konjungsi yang menetapkan suatu peristiwa, hal, ataupun situasi di luar apa yang telah dikatakan sebelumnya. Contoh: selain itu,lagi pula dan sebagai tambahan.
  • Konjungsi yang menyatakan perihal akibat. Contoh: oleh karena itu.
  • Konjungsi yang menyatakan keadaan sebenarnya. Contoh: sesungguhnya dan bahwasannya.
  • Konjungsi yang menyatakan konflik yang terjadi dengan pernyataan kalimat sebelumnya. Contoh: demikian itu atau sungguh pun, meski demikian atau seperti itu, semacam itu atau meskipun demikian .

Dalam penggunaan kata penghubung, jika kalimat utama mendahului anak kalimat, tidak perlu memasukkan koma (,). Namun, jika konjungsi menunjukkan kontradiksi(pertentangan), seperti penggunaan kata sedangkan, tetapi ,untuk sementara, Anda perlu memberi tanda koma (,). Kemudian, jika anak kalimat mendahului kalimat utama, koma (,) disisipkan di antara anak kalimat dan kalimat utama.

anak kalimat dapat diidentifikasi dengan memahami karakteristik anak kalimat. Apa karakteristik anak kalimat? Ciri dari sebuah anak kalimat adalah anak kalimat tersebut tidak dapat berdiri sendiri, terlebih lagi anak kalimat tersebut diawali dengan kata penghubung. Jadi jika subjek berada pada induk yang sama, maka tidak perlu mengungkapkan subjek anak kalimat.

Contoh:

Dina selalu menjadi juara pertama olimpiade karena rajin belajar.

Dina selalu meraih juara pertama (sebagai kalimat utama)

Olimpiade karena mereka selalu rajin belajar (sebagai anak kalimat)

 

Jenis dan Contoh Konjungsi

Kita perlu mengetahui lebih banyak tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan kata sambung, seperti yang akan dijelaskan di bawah ini.

Konjungsi Koordinatif

Konjungsi koordinatif adalah kata penghubung yang digunakan dalam kalimat yang sederajat. Intinya adalah sebuah kalimat tidak bergantung pada kalimat lain. Konjungsi koordinasi terdiri dari berbagai jenis. Jenis-jenisnya adalah sebagai berikut.

1. Konjungsi Kumulatif

Konjungsi kumulatif menunjukkan penambahan. Konjungsi yang termasuk dalam kelompok konjungsi kumulatif adalah sebagai berikut.

  • Dan juga
  • Juga
  • Begitu juga
  • Selanjutnya
  • Kedua
  • Dan selain itu
  • Dan
  • Selain itu
  • Lagipula
  • Lebih banyak lagi

Ada jenis khusus dari konjungsi kumulatif yang disebut konjungsi korelatif atau konjungsi korelasi. Konjungsi korelasi dapat digunakan untuk mencocokkan konjungsi yang memiliki tipe berbeda. Ada beberapa jenis konjungsi korelatif, termasuk:

  • Baik…. ataupun….
  • Dan …sama-sama …
  • Tidak hanya …. tetapi….

2. Konjungsi Alternatif

Konjungsi alternatif terbagi menjadi dua, yaitu menunjukkan di antara dua pilihan serta menunjukkan pada perbedaan yang mencolok(kontras). dari masing-masing konjungsi tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut :

Menunjukkan di antara dua pilihan. Konjungsi alternatif yang menunjukan antara dua pilihan. Kata penghubung alternatif yang adalah bagian dari konjungsi ini, ialah

  • Kalau tidak
  • …atau…
  • Atau, kalau tidak
  • Kalau tidak
  • Bukan …. ataupun

Menunjuk pada perbedaan yang mencolok(kontras). Konjungsi alternatif menunjuk pada hal yang kontras. Kata penghubung alternatif kontras yang termasuk dalam konjungsi adalah sebagai berikut.

  • Tetapi
  • Namun, tetapi
  • Cuma, hanya
  • Sebaliknya
  • Namun

3. Konjungsi illatif

Konjungsi ini digunakan untuk menunjukkan suatu kesimpulan. Kata penghubung kesimpulan yang termasuk dalam konjungsi ini, adalah sebagai berikut.

  • Maka
  • Jadi, karena itu, maka
  • Oleh karenanya
  • Atas alasan apa
  • Oleh karena itu
  • Sebab itu, karena itu, karenanya

Sesudah dijelaskan banyak hal mengenai konjungsi koordinatif, berikutnya akan dijelaskan mengenai konjungsi subordinat

Konjungsi Subordinat

Pembahasan ini akan membahas mengenai konjungsi subordinat, yang terdiri dari fungsi dan jenis.

1. Fungsi Konjungsi Subordinat

Konjungsi ini merupakan penghubung antara kalimat utama dengan anak kalimat. Anak kalimat yang dimulai dengan hubungan subordinat tidak dapat berdiri sendiri.

Anak kalimat harus bergantung pada kalimat yang bisa mandiri atau disebut kalimat utama atau kalimat pokok atau principal sentence atau main clause dan tidak bergantung pada anak kalimat lain atau sekumpulan kata yang mempunyai subjek dan predikat.

Contoh:

Kalimat utama: Saya akan berangkat lusa.

Kata sambung: jika

Anak Kalimat : Saya dalam keadaan sehat.

Artinya Lusa saya akan berangkat jika keadaan saya sehat.

 

2. Jenis Konjungsi Subordinat

Konjungsi Subordinat dibagi menjadi beberapa jenis, dan berikut ini penjelasannya :

  • Konjungsi perkenalan. Tipe ini digunakan untuk penunjuk perkenalan atau sebagai pengantar menggunakan kata bahwa. Contoh: Andri berjanji, bahwa ia akan segera mengembalikan buku yang dipinjamnya.
  • Konjungsi alasan atau sebab. Jenis ini digunakan untuk menunjukkan alasan atau penyebab menggunakan kata karena. Contoh: Ana tidak bisa menolak karena malu.
  • Konjungsi akibat atau pengaruh. Jenis ini digunakan untuk menunjukkan pemgaruh atau akibat pada sesuatu dengan menggunakan kata seperti sehingga. Contoh: Ani Belajar terlalu keras. sehingga membuatnya sakit.
  • Konjungsi maksud atau tujuan. Konjungsi Tipe ini digunakan untuk menunjukkan tujuan atau maksud dari sesuatu dengan menggunakan kata agar atau supaya. Contoh: Hani bangun pagi agar tidak terlambat.
  • Konjungsi waktu. Konjungsi Jenis ini digunakan untuk menunjukkan tujuan atau maksud suatu hal, menggunakan kata segera setelah, sementara,sejak, selama, sebelum, selagi, sampai, setelah dan dari. Contoh: ibu akan pergi ke pasar, sebelum ayah berangkat kerja.

Konjungsi Berdasarkan Fungsi

Bila dilihat dari fungsinya, kata penghubung dapat dibagi ke berbagai bentuk. Berikut adalah jenis-jenis kata penghubung menurut fungsinya:

1. Konjungsi Gabungan(Aditif)

Konjungsi Gabungan juga disebut konjungsi Aditif. Konjungsi ini merupakan konjungsi koordinatif yang berfungsi sebagai penghubung dua kata, frasa, anak kalimat, atau kalimat dengan posisi yang sama. Misalnya: dan, lagi pula, lagi, dan juga.

2. Konjungsi Kontradiksi(Pertentangan)

Konjungsi kontradiksi menghubungkan dua kalimat yang sama, tetapi kontras dengan dua bagian kalimat. Bagian kedua biasanya menempati posisi yang lebih penting daripada bagian yang pertama. Contoh: akan tetapi, tetapi, padahal, melainkan, namun, sebaliknya, dan sedangkan.

Konjungsi Disjungtif (Pilihan)

Konjungsi Disjungtif ini menghubungkan dua elemen dan fungsi yang sama untuk memilih satu dari dua atau lebih hal. Contoh: o, o …. atau, maupun, atau….atau, entah…entah… dan baik…baik…

4. Konjungsi Waktu

Konjungsi Waktu berfungsi untuk menggambarkan hubungan waktu antara dua hal atau peristiwa. Konjungsi yang bersifat sementara dapat menggambarkan hubungan yang tidak sama ataupun sama.

Contoh konjungsi waktu yang menghubungkan kalimat yang tidak sama: bilamana, apabila, sampai, sementara, hingga, sejak, ketika, bila, sambil, sebelum, sesudah,sedari, seraya, waktu, demi, setelah, tatkala dan semenjak.. Contoh konjungsi waktu yang menghubungkan dua bagian kalimat yang setara: sesudahnya dan sebelumnya.

5 Konjungsi Final (Tujuan)

Konjungsi final atau disebut juga konjungsi tujuan adalah salah satu jenis konjungsi yang menggambarkan maksud dan tujuan dari suatu tindakan atau peristiwa. Kata-kata yang biasa digunakan untuk mengungkapkan hubungan ini adalah, misalnya:agar,guna,supaya dan untuk

6. Konjungsi Sebab (Kausal)

Konjungsi kausal biasa disebut konjungsi Sebab. Konjungsi ini menjelaskan bahwa suatu peristiwa terjadi dikarenakan sebab tertentu. Ketika sebuah anak kalimat ditandai dengan konjungsi sebab, itu berarti kalimat utamanya adalah hasil atau akibatnya. Kata-kata yang digunakan untuk mengungkapkan hubungan sebab antara lain: sebab itu, sebab, karena dan mengapa.

7. Konjungsi Akibat (konsekutif)

Konjungsi ini menjelaskan bahwa suatu peristiwa terjadi sebagai akibat dari sesuatu yang lain. Dalam kalimat ini, anak kalimat ditunjukkan dengan konjungsi yang menunjukkan efek, sedangkan peristiwa ditampilkan dalam bentuk kalimat utama. Kata-kata yang digunakan untuk menunjukkan hubungan efek adalah: akibatnya, sehingga dan sampai.

8. Konjungsi Syarat (kondisional)

Konjungsi kondisional atau bersyarat menggambarkan sesuatu yang terjadi ketika kondisi yang diperlukan terpenuhi. Kata-kata yang mengungkapkan hubungan ini antara lain: jikalau, jika, bilamana, asalkan, kalau, dan apabila.

9. Konjungsi Tak Bersyarat

Konjungsi jenis ini menjelaskan bahwa sesuatu bisa terjadi tanpa syarat yang harus dipenuhi. Contoh yang termasuk dalam konjungsi tanpa syarat ini meliputi: biarpun, meskipun dan walaupun.

10. Konjungsi Perbandingan

Konjungsi perbandingan berfungsi untuk menghubungkan dua hal dan dilakukan dengan membandingkan kedua hal tersebut. Kata-kata yang sering digunakan antara lain: seperti, sebagai, bagai, seakan-akan, ibarat, bagaikan, umpama, daripada dan sebagaimana.

11. Konjungsi Korelatif

Konjungsi jenis ini merupakan penghubung dua  kalimat yang mempunyai hubungan sedemikian rupa sehingga satu kalimat dapat secara langsung mempengaruhi kalimat lain atau melengkapi kalimat lain.

Konjungsi korelatif bisa digunakan dalam kalimat dengan hubungan timbal balik. Contoh: tetapi juga, tidak hanya…. Tetapi juga…, lebih… .. lebih, sedemikian rupa…, sehingga… . baik…, kemudian… lebih baik…, dan dari pada.

12. Konjungsi Penegas (Intensifikasi atau Menguatkan )

Konjungsi jenis ini berfungsi untuk menekankan atau meringkas bagian-bagian tuturan yang telah disebutkan di atas, termasuk berbagai hal yang menunjukkan detail. Contoh : akhirnya, yakni,yaitu, ringkasnya, misalnya, apalagi, dan bahkan.

13. Konjungsi Penjelas (Penetap)

Konjungsi jenis ini digunakan untuk menghubungkan bagian sebelumnya dari kalimat dengan detailnya. Contoh: bahwa.

14. Konjungsi Pembenaran (Konsesif)

Konjungsi jenis ini merupakan konjungsi bawahan yang menghubungkan dua hal dan dilakukan dengan mengajui atau membenarkan satu hal, sekaligus menolak hal lain yang ditandai dengan konjungsi tersebut.

Pembenaran diekspresikan dalam bentuk kalimat utama, sedangkan penolakan diekspresikan dalam anak kalimat yang didahului dengan konjungsi seperti: walaupun, meskipun, biarpun, kendati, biar dan sekalipun.

15. Konjungsi Urutan

Konjungsi urutan digunakan untuk menunjukkan kalimat yang menentukan urutan hal atau peristiwa. Contoh konjungsi urutan: kemudian, mula-mula dan lalu.

16. Konjungsi Pembatasan

Konjungsi Pembatasan ini berguna untuk menunjukkan bahwa ada batasan untuk sesuatu atau dalam batasan di mana suatu tindakan bisa dilakukan. Contoh: kecuali, asal dan selain.

17. Konjungsi Penanda

Konjungsi penanda berguna untuk mengekspresikan sesuatu hal. Contoh konjungsi penanda: Misalnya, Umpama. Selain itu, ada juga konjungsi penanda pengutamaan, contohnya seperti:terutama, paling utama dan pokok.

18. Konjungsi Situasi

Konjungsi jenis ini menggambarkan suatu tindakan yang terjadi atau terjadi dalam kondisi atau keadaan tertentu. Contoh : sambil,sedang,padahal dan sedangkan.

 

Demikianlah pembahasan tentang Pengertian Konjungsi beserta ulasan lengkapnya, semoga artikel ini dapat bermanfaat serta menambah wawasan dan pengetahuan anda, jangan lupa untuk selalu mengujungi website kami untuk mendapatkan artikel – artikel menarik dan bermanfaat.

 

Baca Juga :