Pengertian Prosa

Posted on

Pengertian Prosa – Hai sahabat Bagipengetahuan.com, Pada materi kali ini kami akan mengulas mengenai Pengertian Prosa dimana dalam hal ini mengenai Pengertian, Ciri dan Jenis prosa, agar lebih dapat memahami dan mengerti selengkapnya dibawah ini.

Pengertian Prosa
Pengertian Prosa

Pengertian Prosa

Prosa merupakan jenis tulisan yang berbeda dengan puisi karena memiliki variasi ritme yang lebih banyak. Makna penulisan prosa bersifat denotatif atau tertulis yang mengandung makna yang sebenarnya. Kata prosa berasal dari bahasa Latin yang berarti “terus terang”.

Jenis tulisan ini umumnya digunakan sebagai deskripsi suatu ide atau kata. karena prosa bisa digunakan untuk koran, novel, majalah, surat, ensiklopedia, dan berbagai jenis media lainnya.

Sedangkan prosa dalam arti kisah yang merangkai berbagai peristiwa berdasarkan imajinasi, seperti cerpen dan novel lebih tepat disebut prosa fiksi atau cerita fiksi. Kemudian menjadi salah satu dari dua jenis prosa tergantung pada isinya, yaitu: prosa fiksi dan prosa non fiksi.

Prosa Fiksi

Menurut Aminuddin dalam Djuanda dan Iswaran Prosa fiktif merupakan narasi atau cerita yang dibuat oleh pemeran tertentu dengan aktor, latar dan adegan tertentu serta rangkaian cerita yang bersumber dari imajinasi pengarang untuk membentuk sebuah cerita.

Intinya, prosa fiksi adalah cerita yang memiliki aktor(pemeran), setting, dan tahapan dari rangkaian peristiwa yang dihasilkan oleh imajinasi pengarang untuk membentuk sebuah cerita yang memiliki satu kesatuan.

Imajinasi di sini dapat berarti refleksi dari realitas pengalaman, literasi, dan pengetahuan penulis. Sebagaimana Saryono menegaskan bahwa sastra memiliki kapasitas untuk merekam pengalaman alam-empiris natural maupun pengalaman-pengalaman non-empiris-supernatural.

Hanya nama aktor(pemeran), nama tempat dan cerita yang diubah. Sedangkan kerangka umum bisa jadi kenyataan. Namun perlu ditekankan bahwa sudut pandang dan sikap penulis juga akan diungkapkan, sehingga tulisannya akan selalu memiliki ciri khas dan subjektif berdasarkan pendapat penulis.

Unsur Prosa Fiksi (Struktur Prosa)

Unsur pembangun fiksi terbagi menjadi dua. Yang pertama menyangkut unsur ekstrinsik, yaitu unsur-unsur yang berada di luar teks tetapi selalu saling mempengaruhi dalam penciptaan karya. Kedua, merupakan unsur intrinsik yang ada dalam teks itu sendiri dan membangun integritasnya.

Prosa Non-fiksi

Prosa non fiksi adalah karya tertulis yang dapat berupa cerita, rangkaian peristiwa, atau gagasan yang dikemas dalam narasi dan bersumber dari realitas yang bersumber dari data ilmiah, faktual dan terpercaya. Berikut Jenis-jenis prosa non-fiksi adalah sebagai berikut:

Prosa baru

Prosa baru ialah jenis prosa yang telah mengalami perubahan karena pengaruh budaya Barat. Beberapa elemen yang termasuk dalam prosa baru adalah:

1. Novel

Merupakan  prosa baru yang di dalamnya memiliki cerita panjang tentang kehidupan para tokoh, baik yang bersifat fiktif maupun fakta.
Contoh: Ave Maria, Laskar Pelangi dan lain sebagainya.

2. Cerpen

merupakan Bentuk baru dari prosa di mana cerita, konflik, dan resolusi tokoh utama ditulis secara padat dan ringkas.

Contoh: Pecahnya Surau oleh A. A. Navis, Keluarga Gerilya oleh Pramoedya Ananta

3. Roman

Suatu bentuk prosa baru di mana ada seluruh kisah hidup pribadi, dari lahir sampai meninggal.

Contoh: Layar dikembangkan oleh Sultan Takdir Ali Syahbana.

4. Riwayat

Merupakan Prosa jenis baru dalam bentuk tulisan yang menceritakan kisah hidup seseorang yang dapat menginspirasi.

5. Kritik

Jenis prosa baru dalam bentuk tulisan dimana isi yang ditulis memberikan alasan atau nilai pada karya orang lain.

6. Resensi

Merupakan Prosa jenis baru yang hadir dalam bentuk tulisan yang memuat ringkasan atau review sebuah karya (buku, seni, film, musik dan lain-lain). Dalam Resensi berisi pendapat dari sudut pandang penulis mengenai pro dan kontra sebuah karya.

7. Esai

Merupakan Bentuk tulisan yang isinya ialah pendapat atau pandangan pribadi tentang suatu pokok bahasan yang menjadi topik utama tulisan.

Ciri-Ciri Prosa

Suatu karya sastra dapat kita kenal dari ciri-cirinya. Ciri-ciri prosa adalah sebagai berikut:

1. Bentuk Bebas

Sebagaimana telah dijelaskan pada definisi prosa di atas, bentuk prosa tidak terikat oleh bait, baris, suku kata, dan ritme. Biasanya bentuk prosa ialah rangkaian kalimat yang membentuk suatu paragraf, misalnya hikayat, dongeng dan sejenisnya. Prosa dapat disajikan dalam bentuk tertulis ataupun lisan.

2. Memiliki Tema

Sebuah prosa harus memiliki tema yang menjadi dasar cerita dan subjek( Pokok bahasan ).

3. Mengalami Perkembangan

Prosa akan selalu berkembang karena dipengaruhi oleh perubahan masyarakat.

4. Terdapat Urutan Kejadian

Biasanya dalam prosa ada alur cerita yang menggambarkan urutan kejadian. Aliran peristiwa tersebut berupa alur campuran, maju atau mundur.

5. Terdapat Tokoh di Dalamnya

Seperti karya sastra lainnya, pada prosa terdapat tokoh/karakter, baik itu manusia, hewan atau tumbuhan.

6. Memiliki Latar

Dalam prosa, ada setting untuk setiap peristiwa, baik itu setting tempat, waktu dan suasananya.

7. Terdapat Amanat

Prosa berisi pesan untuk disampaikan kepada pembaca atau pendengar agar pembaca atau pendengar bisa terpengaruh.

8. Pengaruh Bahasa Asing

Prosa mungkin dapat dipengaruhi oleh bahasa luar, misalnya bahasa melayu, atau mungkin juga tidak terpengaruh.

9. Nama Penulis

Setiap prosa pasti ada yang membuatnya ( Pengarang). Namun, nama penulisnya tidak selalu dipublikasikan.

Jenis-Jenis Prosa

Secara umum prosa dapat dikelompokkan menjadi 2 jenis yaitu prosa lama dan prosa baru. Mengacu pada definisi prosa, jenis prosa adalah sebagai berikut:

 Prosa Lama

Prosa Lama ialah jenis prosa yang tidak atau belum terpengaruh oleh budaya asing(luar) dan biasanya disajikan secara lisan. berikut Beberapa yang termasuk dalam prosa lama:

1. Hikayat

Sebuah bentuk prosa lama yang bersifat fiktif yang menceritakan tentang kehidupan peri, dewi, pangeran, putri dan raja yang memiliki kekuatan supernatural.

Contoh: Hikayat Raja Bijak

2. Sejarah (Tambo)

Merupakan prosa lama yang menceritakan peristiwa sejarah dansesuai dengan fakta. Ada juga silsilah raja di dalamnya.

Contoh; Sejarah Melayu oleh Tun Sri Lanang.

3. Kisah

Suatu Bentuk prosa lama yang menceritakan pengalaman, perjalanan, atau petualangan seseorang di zaman kuno.

Contoh; Kisah Raja Abdullah ke Kota Mekkah.

4. Dongeng

Suatu bentuk prosa lama yang berisi kisah-kisah imajinasi masyarakat dahulu. Dongeng memiliki beberapa bentuk yaitu;

  • Mitos (myth), merupakan dongeng yang menceritakan kisah gaib. Contoh; Queen of the South Coast, Crying Stone, dan lainnya.
  • Legenda, ialah dongeng yang menceritakan asal mula suatu peristiwa atau tempat. Contoh: Legenda Tangkuban Perahu, Legenda Danau Toba dan lain-lain.
  • Fabel, adalah dongeng di mana karakter di dalamnya adalah binatang. Contoh; Kancil dan buaya, dan lainnya.
  • Sage, adalah dongeng yang menceritakan tentang kepahlawanan, sihir, atau keberanian tokoh. Contoh: Calon Arang, Patih Gadjah Mada, Ciung Winara dan lain sebagainya.
  • Jenaka atau Pandir, adalah dongeng yang menceritakan tentang perilaku orang bodoh, malas dan cerdas, disampaikan dengan humor. Contoh: Pak Belalang, Lebai Malang dan lainnya.

5. Cerita Berbingkai

Bentuk prosa lama di mana cerita berisi cerita lain yang diceritakan oleh karakter didalamnya.

Contoh; Cerita seribu satu malam.

 

Demikianlah pembahasan tentang Pengertian Prosa beserta ulasan lengkapnya, semoga artikel ini dapat bermanfaat serta menambah wawasan dan pengetahuan anda, jangan lupa untuk selalu mengujungi website kami untuk mendapatkan artikel – artikel menarik dan bermanfaat.

 

Baca Juga :