Pengertian Puisi

Posted on

Pengertian Puisi – Hai sahabat Bagipengetahuan.com, Pada materi kali ini kami akan mengulas mengenai Pengertian Puisi dimana dalam hal ini mengenai Pengertian,Menurut ahli, Jenis, Ciri, Unsur dan Cara Membuat Puisi, agar lebih dapat memahami dan mengerti selengkapnya dibawah ini.

Pengertian Puisi
Pengertian Puisi

Pengertian Puisi

Puisi adalah ragam sastra yang dihubungkan oleh unsur-unsurnya, seperti mantra, irama, rima, bait dan baris. Puisi juga dapat dilihat sebagai ekspresi emosi, imajinasi, ide, pikiran, irama, nada, susunan kata, kata kiasan, kesan panca indra, dan perasaan. Puisi merupakan ungkapan yang memperhatikan aspek bunyi yang dikandungnya, serta berupa pengalaman imajinatif, emosional, dan intelektual penyair dari kehidupan individu dan sosial. Puisi diekspresikan dengan teknik tertentu agar dapat membangkitkan pengalaman tertentu pada pembaca atau pendengarnya.

 

Pengertian Puisi Menurut Para Ahli

Menurut Herman Waluyo

Puisi merupakan karya sastra yang mengungkapkan pikiran dan perasaan penyair secara imajinatif dan disusun dengan memusatkan semua kekuatan bahasa dalam struktur fisik dan struktur batin.

Menurut Putu Arya Tirtawirya

puisi merupakan ungkapan tersirat dan samar-samar, artinya tersirat, dimana kata-kata dicondongkan ke arah makna konotatif.

Menurut H.B Jassin

Puisi ialah karya sastra yang diucapkan dengan perasaan yang mengandung sebuah pikiran dan tanggapan.

Menurut Muhammad Hj. Salleh

Puisi adalah suatu bentuk karya sastra yang kaya akan musik bahasa dan kebijaksanaan penyair dan tradisinya. Karena semua kekentalan ini, setelah membaca puisi akan membuat kita lebih bijak.

Menurut Sumardi

Puisi ialah karya sastra dengan bahasa yang dipadatkan, disingkat dan diselingi dengan suara dan kata yang menyatu dan bermakna kiasan (imajinatif).

Jenis-Jenis Puisi

Secara umum puisi dibedakan menjadi 3 jenis puisi, yaitu puisi lama, puisi baru, dan puisi kontemporer.

1. Puisi Lama

Puisi Lama merupakan puisi yang diproduksi sebelum abad ke-20. Puisi jenis ini juga terbagi menjadi beberapa jenis, antara lain puisi, talibun, pantun berkait (seloka), pantun kilat (karmina), gurindam, mantra, syair, dll.

  • Pantun ialah puisi yang terdiri dari empat baris(larik) dengan sajak(Rima) akhir ab-ab. Pantun bisa dibedakan menurut jenisnya, seperti pantun lucu, pantun anak, dll.
  • Mantra adalah ucapan yang dipercaya membawa kekuatan magis. Biasanya digunakan dalam acara tertentu, misalnya mantra yang diucapkan untuk menolak hujan atau sebaliknya.
  • Karmina adalah prosa yang lebih pendek dari pantun. Saking pendeknya hingga disebut juga pantun kilat.
  • Seloka adalah pantun terkait dari bahasa Melayu klasik yang berisi peribahasa(pepatah).
  • Gurindam adalah puisi yang terdiri dari dua bait, dimana setiap bait terdiri dari dua baris kalimat dengan rima yang sama. Biasanya berisikan amanat dan nasihat.
  • Syair ialah puisi yang tersusun dari empat baris dengan bunyi akhir yang mirip. Syair biasanya bercerita sebuah kisah dan memuat pesan yang ingin disampaikan oleh penyair.
  • Talibun merupakan pantun yang memiliki lebih dari empat baris dan memiliki rima abc-abc.

2. Puisi baru

Puisi baru merupakan puisi yang isinya lebih bebas dibanding puisi lama, baik dalam jumlah baris, rima, dan suku kata. Beberapa jenis puisi baru adalah sebagai berikut.

  • Balada ialah puisi sederhana yang menceritakan tentang cerita rakyat yang menyentuh. Terkadang disajikan dalam bentuk nyanyian atau dialog.
  • Himne (Gita Puja) ialah sejenis lagu pemujaan yang ditujukan kepada Tuhan, atau Dewa, atau sesuatu yang dianggap penting dan dianggap sakral.
  • Ode merupakan puisi lirik yang diisi dengan pujian/sanjungan kepada mereka yang berjasa dengan nada mulia dan tema serius. Biasanya ode ditujukan kepada orang tua, pahlawan, dan orang yang berjasa.
  • Epigram adalah puisi yang berisi ajaran dan tuntunan hidup. Epigram artinya unsur pengajaran, nasihat, menuntun kepada kebenaran untuk dijadikan pedoman hidup.
  • Romansa adalah puisi cerita yang mengandung perasaan cinta yang berlimpah. Puisi Romansa menciptakan efek romantis.
  • Elegi adalah nyayian atau syair yang berisi ratapan dan ungkapan kesedihan, terutama saat peristiwa dukacita.
  • Satir adalah puisi yang menggunakan gaya bahasa yang mengandung sindiran atau kritik yang disampaikan dalam bentuk sarkasme,ironi, atau parodi.
  • Distikon adalah puisi yang tiap bait masing-masing terdiri dari dua baris (dua untai).
  • Terzina adalah puisi tiap bait terdiri dari tiga baris (tiga untai).
  • Kuatren adalah puisi yang tiap bait terdiri dari empat baris (empat untai).
  • Kuint adalah puisi yang tiap bait terdiri dari lima baris (lima bagian).
  • Sekstet, yaitu puisi yang tiap bait terdiri dari enam baris (enam untai).
  • Septima adalah puisi yang tiap bait terdiri dari tujuh baris (tujuh untai).
  • Oktaf / Stanza adalah sebuah puisi yang tiap bait terdiri dari delapan baris (delapan untai).
  • Soneta adalah puisi yang terdiri dari 14 baris yang terbagi menjadi dua, dimana pada dua bait pertama masing-masing terdiri dari 4 baris, dan pada dua bait kedua masing-masing terdiri dari tiga baris. Soneta adalah puisi paling terkenal karena terkesan sulit dibuat. Namun hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi para penyair.

3. Puisi kontemporer

Puisi kontemporer adalah jenis puisi yang berusaha memutus ikatan dari cara lama(konvensional). Puisi kontemporer selalu berusaha menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman dan tidak lagi mengedepankan irama, gaya bahasa, dan konten lain yang terdapat dalam puisi lama dan baru.

Puisi kontemporer dapat diklasifikasikan sebagai berikut:

  • Puisi Mantra merupakan puisi yang mengambil alih sifat mantra.
  • Puisi Mbeling adalah puisi yang tidak mengikuti kaidah dan ketentuan umum puisi.
  • Puisi konkrit adalah puisi yang mengutamakan bentuk grafis (wajah dan bentuk lain) dan tidak sepenuhnya menggunakan bahasa/ucapan sebagai medianya.

 

Ciri-Ciri Puisi

Setiap karya sastra selalu memiliki ciri khas. Puisi merupakan salah satu karya sastra yang memiliki ciri khas. Berikut ciri-ciri puisi secara umum:

  • Puisi memiliki sajak atau rima yang teratur
  • Puisi memiliki makna konotatif
  • Puisi itu bersifat simetris.
  • Puisi lebih menggunakan sajak syair atau pantun. (puisi lama)
  • Puisi terdiri dari sintaksis (gatra)
  • Puisi menggunakan Bahasa yang lebih padat daripada prosa dan drama.

Selain ciri-ciri di atas, terdapat ciri-ciri lain dari puisi, berikut ciri-ciri puisi lama dan puisi baru:

1. Ciri-Ciri Puisi Lama

Berikut ciri-ciri puisi lama :

  • Nama penyair umumnya tidak diketahui.
  • Terikat dengan berbagai aturan seperti sajak, irama, baris, dan bait.
  • Disebut sastra lisan karena disampaikan dari mulut ke mulut.
  • Bahasa yang digunakan bersifat tetap dan klise.
  • Isinya tentang fantasi dan kerajaan

 

2. Ciri-Ciri Puisi Baru

Sastra puisi juga memiliki versi baru. Makna puisi baru ini adalah orde baru untuk para penyair dengan sesuatu yang lebih bebas. Nah, berikut ciri-ciri puisi baru tersebut:

  • Nama penulis puisi itu dikenal luas.
  • Tidak terikat dengan aturan seperti baris, irama, rima dan bait.
  • Penyampaiannya lisan dan tertulis.
  • Berisi tentang kehidupan.
  • Bahasa tidak konstan atau dinamis.
  • Bentuknya rapi dan simetris.
  • Persajakan diakhir biasanya teratur.

 

Unsur-Unsur Puisi

Unsur puisi terdiri dari dua struktur, yaitu struktur fisik dan struktur batin. Dari setiap struktur puisi, ada unsur-unsur pembentuk puisi.Berikut unsur puisi yang perlu Anda ketahui:

1. Struktur Fisik Puisi

Struktur fisik puisi biasanya merupakan sesuatu yang berkaitan langsung dengan struktur puisi. Karena struktur ini merupakan struktur yang harus ada dalam puisi. berikutunsur puisi yang ada dalam struktur fisik puisi.

a. Tipografi

Tipografi adalah salah satu bentuk puisi seperti halaman yang tidak dipenuhi kata-kata, tepi kanan dan kiri, serta susunan garis. Tidak selalu dimulai dengan huruf kapital dan diakhiri dengan titik. Sehingga hal tersebut menentukan arti dari puisi.

b. Diksi

Diksi merupakan pilihan kata-kata yang dibuat penyair untuk puisinya. Puisi adalah karya sastra yang kata-katanya dapat mengungkapkan banyak makna, sehingga Anda perlu memilih kata-kata dengan cermat. Pemilihan kata sangat erat kaitannya dengan urutan kata, keselarasan bunyi, dan makna puisi.

c. Gaya Bahasa

Gaya bahasa (Majas) merupakan penggunaan bahasa yang dapat menghidupkan serta memberi pengaruh dan dapat menyampaikan konotasi tertentu. Gaya bahasa yang biasa digunakan dalam puisi adalah personifikasi, metafora, pengulangan, pleonasme, dll.

d. Imaji

Imaji adalah susunan kata-kata yang melibatkan penggunaan alat indera seperti indera penciuman,indera penglihatan, indera pendengaran, dan indera lainnya. Penggunaan imaji ini dimaksudkan agar pembaca dapat berimajinasi dan membayangkan bagaimana perasaan penyair.

e. Kata Konkret

Kata konkret ialah kata yang memungkinkan suatu imaji muncul seperti yang ditangkap oleh indra manusia. Untuk kata ini, umumnya diasosiasikan dengan sebuah lambang atau kiasan.

f. Rima Atau Irama

Rima atau Irama yaitu persamaan bunyi sebuah puisi di awal, ditengah, dan diakhir puisi. Sangat penting untuk menekankan Rima atau Irama saat membaca puisi, karena berkaitan dengan suara panjang dan pendek, tinggi dan rendah, dan suara keras dan lemah.

 

2. Struktur Batin Puisi

Struktur Batin Puisi adalah sesuatu yang tidak kalah wajibnya dengan struktur fisik puisi. Struktur batin juga berperan dalam susunan puisi. Namun, struktur ini tidak tertulis dengan jelas dalam puisi, melainkan tersirat. Nah, berikut ini unsur-unsur puisi yang terdapat pada struktur internal puisi:

a. Tema atau Makna

Puisi harus mempunyai makna yang jelas. Jika tidak ada tema, maka makna puisi tersebut tidak dapat dipahami. Oleh karena itu tema merupakan unsur terpenting dalam penciptaan puisi.

b. Rasa

Rasa ialah sikap penyair yang diungkapkan dalam karya sastranya. Tema dan rasa berkaitan erat untuk mengungkap latar belakang penyair.

c. Nada

Nada merupakan salah satu elemen/unsur yang berhubungan dengan tema dan rasa. Unsur ini adalah sikap yang diberikan penyair kepada pembacanya.

d. Amanat

Amanat merupakan nilai moral dan pesan yang disampaikan oleh penyair kepada para pembaca karya sastranya.

 

Cara Membuat Puisi

1. Tentukan Tema atau Judul

Cara menentukan tema, pilihlah tema yang menurut Anda menarik dan selaras dengan hati Anda. Puisi dapat menggunakan tema yang berkaitan dengan alam, persahabatan, sosial, pendidikan, atau ekspresi hati.

2. Menentukan Kata Kunci

Jika Anda sudah mengetahui tema dan judulnya, langkah selanjutnya adalah mencari tahu kata kunci mana yang akan berkembang menjadi kalimat. Misalnya, kata kunci digunakan untuk larik, atau kata kunci untuk sebuah bait.

3. Menggunakan Gaya Bahasa(Majas)

Gaya bahasa dapat memperindah puisi yang anda buat. Anda dapat menggunakan berbagai jenis gaya bahasa agar pembaca atau pendengar tidak bosan saat membacanya. Namun perlu ditekankan apakah penempatan gaya bahasa atau diksi yang tidak tepat akan mengurangi atau bahkan menghilangkan makna dari isi yang terkandung di dalamnya.

4. Buatlah Puisi  Semenarik Mungkin

Kemudian Buatlah kata kunci menjadi kalimat indah yang mewakili perasaan Anda. Pilih kata yang kuat dan bermakna.

Tiga hal yang berkaitan dengan kata dan larik dalam puisi, yaitu:

  1. Kata ialah rangkaian bunyi yang berirama, indah, dan merdu.
  2. Arti kata yang mengandung banyak tafsir.
  3. Berisi imajinasi yang mendalam tentang apa yang dibicarakan.

Bagaimana membaca puisi yang bagus

  • Ekspresi, ekspresi wajah dan penjiwaan dari puisi
  • Kinesik atau gerakan tubuh disesuaikan dengan puisi yang dibawakan
  • Artikulasi atau kejelasan dan ketepatan pengucapan kata.
  • Ritme Suara panjang pendek, keras lembut, tinggi dan rendah
  • Intonasi( Penekanan ) kata

Demikianlah pembahasan tentang Pengertian Puisi beserta ulasan lengkapnya, semoga artikel ini dapat bermanfaat serta menambah wawasan dan pengetahuan anda, jangan lupa untuk selalu mengujungi website kami untuk mendapatkan artikel – artikel menarik dan bermanfaat.

Baca Juga :