Pengertian Taaruf

Posted on

Pengertian Taaruf – Hai sahabat Bagipengetahuan.com, Pada materi kali ini kami akan mengulas mengenai Pengertian Taaruf dimana dalam hal ini mengenai pengertian serta perbedaan taaruf dengan pacaran, agar lebih dapat memahami dan mengerti selengkapnya dibawah ini.

Pengertian Taaruf
Pengertian Taaruf

Pengertian Taaruf

Taaruf merupakan kegiatan mengunjungi rumah seseorang untuk lebih mengenal penghuninya. Taaruf bisa menjadi langkah awal dalam memperkenalkan dua keluarga yang akan dijodohkan dengan satu anggota keluarga. Taaruf juga bisa dilakukan jika kedua belah pihak setuju dan tinggal menunggu keputusan sang anak untuk melanjutkan pernikahan atau tidak.

Sebagai cara pengenalan dan pendekatan yang objektif, taaruf berbeda dengan pacaran. Taaruf secara syar’i diperintahkankan Nabi Muhammad SAW untuk pasangan yang ingin menikah.

Perbedaan Taaruf Dengan Pacaran

Perbedaan pacaran dan taaruf terletak pada tujuan dan manfaatnya. Menurut Islam, berpacaran dipandang sebagai kesenangan yang tidak bertahan lama, dan dipandang sebagai jalan menuju perbuatan maksiat dan zina.

Istilah ini awalnya digunakan untuk merujuk pada proses mengenal antara laki-laki (Muslim) dan perempuan (muslimah) untuk saling mengenal dengan didampingi oleh seorang pendamping, bisa kerabat perempuan atau saudara laki-laki. Atau bisa didampingi oleh ustadz atau tokoh agama yang membina kepada kedua calon yang hendak mencari jodoh.

Istilah taaruf digunakan sebagai antitesis atau lawan pacaran. Biasanya berpacaran pria dan wanita bisa bersama dimanapun mereka mau, meski tidak ada ikatan pernikahan diantara kedua sejoli ini. Beberapa orang hanya makan bersama di kafe, jalan-jalan di mall, nonton film, naik motor bersama, berduaan di mobil, dll. Jika dua sejoli yang bukan Mahram berduaan, maka ketiganya pasti iblis. Dia menggoda mereka berdua untuk terus berusaha melampaui batas yang diizinkan. Sama seperti dia menggoda ayah dan ibu manusia di surga.

Bahkan pacaran sekarang ini lebih mesra dibanding pasangan menikah (pasutri). Itu bergandengan tangan, berpelukan, berciuman, dan bahkan seks. Praktik pacaran seperti ini adalah zina dan dosa besar dari perspektif Islam.

Agama Islam telah memberikan peringatan jauh sebelum terjadinya suatu perbuatan zina yang disebut pacaran. Allah menggunakan kalimat itu agar tidak mendekati zina. Dilarang mendekatinya, apalagi melakukannya. Setiap tindakan yang mengarah pada perzinahan harus ditutup. Karena nafsu manusia selalu mengundang keburukan. Oleh karena itu, perzinahan adalah cara terburuk. Bagaimana sebuah rumah tangga bisa mencapai sakinah jika dimulai dengan dosa.

Dengan demikian, taaruf dipraktekkan menjadi cara terhormat bagi umat Islam laki-laki dan perempusn untuk mencapai keluarga sakinah mawaddah wa rahmah. berikut ini Perbedaan taaruf dan pacaran :

1.Tujuan

Taaruf bertujuan untuk saling mengenal untuk memulai suatu ikatan sakral dalam pernikahan. Kini muncul istilah ikatan halal. Yang dimaksud dengan taaruf disini adalah menjadikan perkawinan sebagai ikatan hukum, bisa halal dalam hubungan seksual atau halal dalam kehidupan berdua.

Sedangkan pacaran hanya untuk iseng saja tanpa ada ikatan. Kedua sejoli itu berduaan bersama tanpa ikatan formal. Inilah yang dilarang dalam agama. Seorang pria dan seorang wanita jika keduanya baligh Tidak bisa bersama, baik di rumah maupun di luar. Hari ini disebut jalan bareng atau hang out. Karena ketiganya adalah setan yang akan membuat mereka melakukan maksiat.

Nabi Muhammad bersabda: “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Kiamat, maka dia tidak boleh pergi kepada seorang wanita tanpa mahromnya, karena setan adalah orang ketiga di antara keduanya” (HR. Ahmad).

Pacaran merupakan tindakan mendekatkan diri dengan pria dan wanita. Jadi Allah SWT. sudah memberi peringatan. “Dan jangan mendekati zina; (zina) benar-benar perbuatan keji, dan buruk. (Sura Al-Israa ’32). Jika mendekati itu dilarang, maka perbuatannya malah lebih dari itu. berbahaya sebagai akibatnya.

Tujuan ini sangat menentukan langkah kita. Jika kita mulai dari Surabaya menuju Jakarta maka kita akan menemukan cara tercepat atau termudah untuk sampai ke Jakarta. Demikian dengan Pernikahan. Jika tujuannya hanya untuk bersenang-senang tanpa mempertimbangkan nasehat agama, bagaimana mungkin bisa menghasilkan pernikahan yang diberkahi. Kebalikannya juga benar. Jika tujuannya ingin memiliki rumah yang diberkahi, caranya juga harus sesuai dengan ajaran agama.

2. Sifat

Arti taaruf adalah Mengenal atau Perkenalan. Sifatnya rahasia dan tertutup. Hanya sebagian yang mengerti dengan siapa kita bertaaruf. Jika tidak cocok, tidak akan ada yang tahu. Hanya satu atau dua orang yang mengetahui hal ini, karena biasanya merekalah yang membantu proses taaruf. Sehingga tidak ada rasa bosan atau jengkel. Karena sifatnya yang tertutup.

Sedangkan pacaran bersifat terbuka. Pasangan pacaran akan sangat jelas. Mereka sering pergi bersama. Menghabiskan waktu bersama. Banyak yang telah menyaksikan. Jika mereka berpisah, semua orang tahu itu juga. Saat pacaran biasanya diketahui banyak orang.Bahkan, terkadang beredar di media sosial ketika Anda sudah putus dengannya.

Putus dengan mantan pacar itu bisa menjadi fitnah dan gosip. Padahal, hal itu berpotensi menjadi batu sandungan jika suatu saat nanti setiap orang menikah dengan orang lain. Karena kedua pasangan saat ini tahu dengan siapa mereka berhubungan di masa lalu. Potensi konflik juga sangat penting setelah menikah. Karena jika mereka menjadi emosional, maka rasa malu dan keburukan suami atau istri akan terungkap. Ini adalah benih perpecahan rumah tangga.

3. Waktu Pelaksanaan

Taaruf banyak berhubungan dengan calon pengantin dan wali atau orang tua masing-masing. Ini berbeda dengan berkencan. Karena pendirian kencan hanya memuaskan dua sejoli.

4. Proses Taaruf

Proses Taaruf, kedua sejoli itu tidak boleh bertemu hanya berdua. Harus ada Mahrom, bisa dari pihak perempuan saja atau sama-sama mengajak pendamping. Di sinilah perbedaan dengan pacaran. Keduanya sering berduaan di mana saja. Bahkan, pasangan sering pergi berdua di tempat yang sunyi. Lebih dekat dengan perzinahan.

5. Proses Komunikasi

Komunikasi saat proses taaruf sebatas kebutuhan persiapan nikah. Tidak terlalu banyak. Karena semuanya untuk keberkahan rumah tangga. Sehingga walaupun komunikasi tidak banyak, Allah akan memberikan ketabahan penuh. Karena hanya Allah yang dapat mengubah hati. Hanya Allah yang mengatur kedua anak manusia itu berjodoh.

Bedrbeda dengan pacaran, komunikasi antara dua sejoli ini sering meliewati batas. Keduanya sering memanjakan diri dengan pakaian compang-camping. Komunikasi tidak tulus karena bersifat religius. Sehingga Allah tidak memberikan kemantapan hati. Jadi yang dominan adalah dorongan nafsu dan godaan setan.

6. Jangka Waktu Taaruf

Taaruf memiliki tahapan yang jelas dan waktu yang terbatas. Prinsip dasarnya: lebih cepat lebih baik. Sangat berbeda dengan pacaran. Proses pacaran tidak memiliki garis waktu tertentu. Anak-anak sekarang berkata tidak jelas. Ada yang dalam hitungan bulan. Beberapa bertahan hingga 3 tahun atau 5 tahun. Dan proses pacaran seperti ini sangat rentan terhadap masalah moral dan perilaku berdosa. Padahal jangka waktu yang lama hanya menambah dosa.

 

Demikianlah pembahasan tentang Pengertian Taaruf beserta ulasan lengkapnya, semoga artikel ini dapat bermanfaat serta menambah wawasan dan pengetahuan anda, jangan lupa untuk selalu mengujungi website kami untuk mendapatkan artikel – artikel menarik dan bermanfaat.

Baca Juga :